Pongamia Pinnata
Beberapa hari yang lalu kami bersama dengan rekan-rekan Tim Penjelajah Alam Kepulauan Riau (PARI) mengadakan kegiatan di Pulau Karas Batam.
Salah satu agenda yaitu pengamatan beberapa tanaman yang ada di pulau tersebut .
Kami pun melakukan penyisiran di mulai dari pantai berpasir sisi kanan melawan arah jarum jam.
Ada beberapa tumbuhan terutama berbagai jenis mangrove ,Nah di sinilah saya pertama kalinya menemukan pohon yang tidak pernah saya lihat,dan saya pastikan bahwa pohon ini masih asosiasi mangrove, dimana masih tumbuh didaerah pesisir di tepi tebing yang kena pengaruh pasang surut air laut.
Nah pohon ini bernama Pongamia Pinnata atau malapari .
Pohon dengan ketinggian hingga 15 m. pada umumnya tidak memiliki rambut atau urat dan memiliki goresan yang menyerupai bintil berdekatan dengan pinak daun pada pangkal gagang daun.
Daun tersusun dalam dua deret, dengan 3-7 pinak daun yang terletak secara bersilangan, mengkilat dan warnanya hijau tua. Unit & Letak: majemuk dan bersilangan. Bentuk: bulat telur hingga elips. Ujung: meruncing. Ukuran: 5-22,5 x 2,5-15 cm.
Bentuk bunga:Seperti kacang, warna ungu pucat. Bunga terletak berpasangan di sepanjang tandan bunga yang panjangnya 6-27 cm. Gagang bunga berukuran 7-15 mm ditutupi oleh pinak daun yang halus dan berambut pendek. letaknya bunga di ketiak daun dengan formasi bergerombol secara acak.
Daun mahkotanya berbentuk bulat telur terbalik , panjang 11-18 mm. Kelopak bunga,berbentuk cangkir, panjangnya 4-5 mm, ditutupi oleh rambut yang pendek dan halus serta memiliki gigi tumpul yang sangat pendek.
Buah berbentuk polong berkulit tebal dan berparuh, memiliki gagang pendek di atas goresan daun mahkota bunga, padat dan memiliki sebuah biji. Polong tidak membuka ketika masak. Warna buah hijau kecoklatan.
Ukuran: 5-7 x 2-3 cm.
Tumbuh di pantai berpasir yang bukan rawa, dan kadang-kadang di bagian tepi daratan dari mangrove. Perbungaan terjadi sepanjang tahun. Bunga seringkali berubah bentuk menjadi kantung bundar yang bisa dikelirukan dengan buahnya.
Penyebaranya terdapat di seluruh Indonesia.
Tersebar luas di Asia tropis.
Manfaat:
Daun dapat digunakan sebagai makanan ternak.
Akan tetapi biji beracun untuk manusia. Umumnya ditanam di areal pesisir kawasan tropis karena sifatnya yang tahan terhadap salinitas dan udara yang terbuka.







