Selasa, 24 Desember 2019

Sesup

Scyphiphora hydrophyllacea

Deskripsi:
Semak tegak, selalu hijau, seringkali memiliki banyak cabang, ketinggian mencapai 3 m. Kulit kayu kasar berwarna coklat, cabang muda memiliki resin, kadang-kadang terdapat akar tunjang pada individu yang besar.

Daun:
Daun berkulit dan mengkilap. Pinak daun berkelenjar, terletak pada pangkal gagang daun membentuk tutup berambut. Gagang daun lurus panjangnya hingga 13 mm. Letaknya sederhana & berlawanan. Bentuknya bulat telur terbalik,ujung membundar dengan ukuran 4-9 x 2-5cm.


Bunga:
Warna putih, hampir tak bertangkai, biseksual, terdapat pada tandan yang panjangnya hingga 15 mm, letaknya di ketiak daun. 

Formasi: 
kelompok (3-7 bunga per kelompok). Daun mahkota: 4-5; putih-agak merah, elips, 2-4 x 2- 2,5 mm, mulut berambut kasar. Kelopak bunga: 4-5; berbentuk mangkok, bawahnya seperti tabung (panjang 5mm). Benang sari: 4-5.

Buah:
Silindris, berwarna hijau hingga coklat, berurat memanjang dan memiliki sisa daun kelopak bunga. Tidak membuka ketika matang. Terdapat 4 biji silindris. Ukuran: buah: panjang 8 mm, biji: 1 x 2 mm.

Ekologi:
Tumbuhpada substrat lumpur, pasir dan karang pada tepi daratan mangrove atau pada pematang dan dekat jalur air. Nampaknya tidak toleran terhadap penggenangan air tawar dalam waktu yang lama dan biasanya menempati lokasi yang kerap tergenang oleh pasang surut. Dilaporkan tumbuh pada lokasi yang tidak cocok untuk dikolonisasi oleh jenis tumbuhan mangrove lainnya. Perbungaan terdapat sepanjang tahun, kemungkinan diserbuki sendiri atau oleh serangga. Nektar diproduksi oleh cakram kelenjar pada pangkal mahkota bunga. Banyak buah yang dihasilkan, akan tetapi pembiakan biji relatif rendah. Buah teradaptasi dengan baik untuk penyebaran oleh air karena kulit buahnya yang ringan dan mengapung.

Penyebaran:
India, Sri Lanka, Malaysia, seluruh Indonesia, Papua New Guinea, Filipina, Kepulauan Solomon dan Australia Tropis.Kelimpahan:Manfaat:Kayu kemungkinan dapat digunakan untuk peralatan makan, seperti sendok. Daun dapat digunakan untuk mengatasi sakit perut.

Catatan:
Sangat menyerupai dengan Lumnitzera, tetapi daun Lumnitzera letaknya bersilangan.

Selasa, 17 Desember 2019

Nyirih atau xylocarpus granatum


Buah Nyirih (Xylocarpus Granatum)

Xylocarpus Granatum
famili dari Meliaceae dan merupakan komponen tambahan mangrove
masyarakat kampung terih Batam menyebut nya dengan nyirih.
Habitat mangrove ini di tepian sungai,lingkungan payau,pinggiran daratan dengan tingkat salinitas rendah.


 Bentuk pohon :pohon ini dapat  mencapai ketinggian 10-20 meter dan batang sering kali berlubang , khususnya pada pohon yang tuaBentuk akar : memiliki akar papan yang melebar kesamping , meliuk-liuk serta membentuk celahan-celahan.

Kulit kayu :kulit kayu berwarna coklat muda kekuningan ,tipis dan berkeriput ,mirip dengan kulitpohon jambu batu.
Bentuk akar : memiliki akar papan yang melebar kesamping , meliuk-liuk serta membentuk celahan

Buah :bentuk buah seperti bola (kelapa) berat bisa mencapai 1-2 kg dengan diameter 10-20cm ,buah bua berkulit , berwarna hijau kecoklatan , buahnya bergelantungan didahan ,didalam buah terdapat 6-16 biji besar-besar,dan membentuk seperti teka-teki atau puzzle,dan buah ini akan pecah dengan sendirinya tatkala kering.
Bentuk daun : Tunggal ,bersilan bersilangan, dengan bentuk seperti telur sungsang dibagikan ujungnya membundar, dengan ukuran daun 4-10cm.
Tipe biji: vivivari 
Manfaat : biasa masyarakat kampung Terih memanfaatkan buahnya  dijadikan obat diare.

Bentuk pohon :pohon ini dapat  mencapai ketinggian 10-20 meter dan batang sering kali berlubang , khususnya pada pohon yang tuaBentuk akar : memiliki akar papan yang melebar kesamping , meliuk-liuk serta membentuk celahan-celahan.
Kulit kayu :kulit kayu berwarna coklat muda kekuningan ,tipis dan berkeriput ,mirip dengan kulitpohon jambu batu.

Bentuk akar : memiliki akar papan yang melebar kesamping , meliuk-liuk serta membentuk celahan-celah

Bentuk pohon :pohon ini dapat  mencapai ketinggian 10-20 meter dan batang sering kali berlubang , khususnya pada pohon yang tuaBentuk akar : memiliki akar papan yang melebar kesamping , meliuk-liuk serta membentuk celahan-celahan.
Kulit kayu :kulit kayu berwarna coklat muda kekuningan ,tipis dan berkeriput ,mirip dengan kulitpohon jambu batu.

Bentuk akar : memiliki akar papan yang melebar kesamping , meliuk-liuk serta membentuk celahan-celah






















Kamis, 05 Desember 2019

Anggrek penghuni mangrove (Tumbuhan Epifit)

Sekilas tentang tumbuhan Epifit mangrove

Beberapa hari yang lalu di pertengahan akhir bulan November  kemarin ,saya berkesempatan untuk melihat dan mengamati habitat mangrove yang ada di Bintan , Kepulauan Riau,yang rencananya akan dijadikan destinasi wisata alam yang mengedepankan edukasi, terkhusus mangrove dan ekosistem yang ada .

Nah salah satu hal yang menarik adalah tidak semua tempat/lokasi mangrove ada tumbuhan Epifit,karena tumbuhan ini sendiri bukan termasuk tumbuhan mangrove mayor maupun minor, akan tetapi termasuk asosiasi ,karena keberadaannya menjadi pelengkap bagi keberagaman hutan  mangrove itu sendiri.
 

 Nah sebenarnya apa sih tumbuhan Epifit itu?

 Epifit merupakan salah satu kelompok tumbuhan penyusun komunitas hutan yang memiliki keanekaragaman jenis yang tinggi. Epifit merupakan salah satu habitus tumbuhan yang menempel dan tumbuh pada tumbuhan lain untuk mendapat sinar matahari, air, udara, dan mineral sesuai kebutuhan hidupnya. Keberadaan epifit sangat penting dalam ekosistem hutan karena epifit mampu menyediakan tempat tumbuh bagi semut-semut pohon dan organisme lain. Epifit tumbuh dan menempel pada tumbuhan lain untuk mendapat sinar matahari, air, dan menyerap unsur-unsur hara dan mineral dari kulit batang yang membusuk dari pohon tempat bertumpu. Epifit mampu melakukan proses fotosintesis untuk pertumbuhan dirinya, sehingga dia bukan parasit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis epifit dan pohon penopangnya di Hutan Mangrove yang akan dijadikan lokasi wisata edukasi, tumbuhan epifit yang ditemukan di hutan mangrove yang menempel di  Xylocarpus granatum (Meliaceae)





 salah satu kelompok tumbuhan penyusun komunitas hutan yang memiliki keanekaragaman jenis yang tinggi,dan keragaman Epifit juga berbeda kepada pohon mangrove yang ditumpangi nya, Epifit merupakan salah satu habitus tumbuhan yang menempel dan tumbuh pada tumbuhan lain untuk mendapat sinar matahari, air, udara, dan mineral sesuai kebutuhan hidupnya. Keberadaan epifit sangat penting dalam ekosistem hutan karena epifit mampu menyediakan tempat tumbuh bagi semut-semut pohon dan organisme lain. Epifit tumbuh dan menempel pada tumbuhan lain untuk mendapat sinar matahari, air, dan menyerap unsur-unsur hara dan mineral dari kulit batang yang membusuk dari pohon tempat bertumpu. Epifit mampu melakukan proses fotosintesis untuk pertumbuhan dirinya, sehingga dia bukan parasit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis epifit dan pohon penopangnya di Hutan Mangrove yang akan dijadikan lokasi wisata edukasi, tumbuhan epifit yang ditemukan di hutan mangrove yang menempel di  Xylocarpus granatum (Meliaceae)