+6288029110
Teroka Alam
Kamis, 20 Mei 2021
Sabtu, 11 Juli 2020
Pongamia Pinnata salah satu asosiasi mangrove yang ada di Pulau Karas
Pongamia Pinnata
Beberapa hari yang lalu kami bersama dengan rekan-rekan Tim Penjelajah Alam Kepulauan Riau (PARI) mengadakan kegiatan di Pulau Karas Batam.
Salah satu agenda yaitu pengamatan beberapa tanaman yang ada di pulau tersebut .
Kami pun melakukan penyisiran di mulai dari pantai berpasir sisi kanan melawan arah jarum jam.
Ada beberapa tumbuhan terutama berbagai jenis mangrove ,Nah di sinilah saya pertama kalinya menemukan pohon yang tidak pernah saya lihat,dan saya pastikan bahwa pohon ini masih asosiasi mangrove, dimana masih tumbuh didaerah pesisir di tepi tebing yang kena pengaruh pasang surut air laut.
Nah pohon ini bernama Pongamia Pinnata atau malapari .
Pohon dengan ketinggian hingga 15 m. pada umumnya tidak memiliki rambut atau urat dan memiliki goresan yang menyerupai bintil berdekatan dengan pinak daun pada pangkal gagang daun.
Daun tersusun dalam dua deret, dengan 3-7 pinak daun yang terletak secara bersilangan, mengkilat dan warnanya hijau tua. Unit & Letak: majemuk dan bersilangan. Bentuk: bulat telur hingga elips. Ujung: meruncing. Ukuran: 5-22,5 x 2,5-15 cm.
Bentuk bunga:Seperti kacang, warna ungu pucat. Bunga terletak berpasangan di sepanjang tandan bunga yang panjangnya 6-27 cm. Gagang bunga berukuran 7-15 mm ditutupi oleh pinak daun yang halus dan berambut pendek. letaknya bunga di ketiak daun dengan formasi bergerombol secara acak.
Daun mahkotanya berbentuk bulat telur terbalik , panjang 11-18 mm. Kelopak bunga,berbentuk cangkir, panjangnya 4-5 mm, ditutupi oleh rambut yang pendek dan halus serta memiliki gigi tumpul yang sangat pendek.
Buah berbentuk polong berkulit tebal dan berparuh, memiliki gagang pendek di atas goresan daun mahkota bunga, padat dan memiliki sebuah biji. Polong tidak membuka ketika masak. Warna buah hijau kecoklatan.
Ukuran: 5-7 x 2-3 cm.
Tumbuh di pantai berpasir yang bukan rawa, dan kadang-kadang di bagian tepi daratan dari mangrove. Perbungaan terjadi sepanjang tahun. Bunga seringkali berubah bentuk menjadi kantung bundar yang bisa dikelirukan dengan buahnya.
Penyebaranya terdapat di seluruh Indonesia.
Tersebar luas di Asia tropis.
Manfaat:
Daun dapat digunakan sebagai makanan ternak.
Akan tetapi biji beracun untuk manusia. Umumnya ditanam di areal pesisir kawasan tropis karena sifatnya yang tahan terhadap salinitas dan udara yang terbuka.
Kamis, 09 Juli 2020
pandan laut di pulau Karas Batam
Mengenal Pohon pandan laut
Senin, 29 Juni 2020
Bidara laut (Ximenia Americana)
Mengenal pohon bidara laut (Ximenia Americana)
Kampung terih wisata edukasi
Desa Wisata Kampung Terih , mengenal kan berbagai jenis mangrove melalui wisata edukasi
Desa wisata kampung terih , NongsaBatam lebih mengutamakan konsep wisata edukasi hutan mangrove. Berbagai jenis mangrove yang hanya tumbuh di pesisir itu banyak didapat di objek wisata tersebut.
Komunitas Penjelajah Alam Kepri atau PARI selaku pengelola wisata sengaja menjual konsep kepada wisatawan sebagai daya tarik tersendiri.
Hutan mangrove merupakan komunitas vegetasi pantai tropis yang mampu tumbuh dan berkembang pada daerah pasang surut.
Bagi komunitas PARI dengan jargon Rekreasi , Konservasi ,dan Edukasi adalah konsep yang berbeda dengan wisata kebanyakan di kota Batam , dengan konsep begitu diharapkan akan terjadi pola pikir masyarakat tentang keberadaan hutan mangrove yang sangat penting bagi penyangga kehidupan manusia.
Berbagai kegiatan secara teori , praktik dan permainan pun dilakukan di kampung terih, seperti pengenalan berbagai jenis mangrove ,penanaman mangrove ,pendidikan ekologi dan manfaat hutan mangrove , permainan edukasi, camping, keluarga angkat, paintball pun diadakan di kampung terih ini.
Pari Batam pada dasarnya memberikan konsep akan kepeduliannya hutan mangrove. Berbagai jenis tanaman pesisir ada di pantai itu dijaga dan dirawat. Per tiap bulannya lokasi pantai tetap di sisip tanaman mangrove baik mengganti tanaman yang mati atau menanam kembali lokasi yang kosong.
Bagi wisatawan perlu menambah ilmu setidaknya mengenalkan tumbuhan pesisir kepada anak-anak kita karena hutan mangrove jika tidak dilestarikan akan terancam, akibatnya bukan hanya gundul tetapi lebih banyak dampak buruk ke pada manusia, terlebih nelayan dan dampaknya juga kekita .
Selain itu juga tidak kalah berbagai spot photo yang menarik, tidak kalah dengan objek wisata lainnya. Berada di dalam hutan mangrove memberikan spot lebih menawan bahwa wisatawan masih menemukan hutan mangrove di sebuah objek wisata .
Nah bagi keluarga yang hendak menikmati makanan seafood juga tersedia dengan harga yang sangat terjangkau lho ya...




















