Senin, 29 Juni 2020

Bidara laut (Ximenia Americana)

Mengenal pohon bidara laut (Ximenia Americana)

Hari ini terasa beruntung sekali,tatkala saya kembali datang ke desa wisata kampung Terih Batam .Kebetulan hari ini pohon Bidara laut di lokasi ini tengah berbuah .



Desa wisata Kampung Terih merupakan tempat kami belajar konservasi dan mengembangkan wisata sekaligus tempat mencari inspirasi dan ngopi, yang kami buka 3 tahun silam.

Hampir 3 bulan , setelah covid 19 melanda , hampir semua kegiatan dan aktivitas terhenti total,hanya sekali dua melihat keadaan dan itupun tidak lama.Sempat terlihat sampah laut bersepah,shelter nursery mangrove roboh dan banyak lagi pekerjaan menanti.

Dan hari ini kami melakukan kegiatan untuk persiapan New Normal Tourism yang akan membuka kembali kawasan wisata kampung Terih , sambil menunggu kesiapan protokol .

Semangat terus !

Nah kembali ke pohon Bidara he he ...

Pohon ini tingginya bisa mencapai 10 meter, tetapi biasanya tidak lebih.
Batang pohon ini kecil berdiameter sekitar 10 cm dan jarang lebih.
Dan ada duri tipis lurus serta memiliki panjang hingga 10mm .
Tegakan ini sering bersifat semi-parasit .
Tumbuhan ini bisa dari alam liar, dan juga dibudidayakan di daerah tropis dan subtropis Asia, N dan NE Australia, Afrika dan Amerika.

Dan tegakan ini termasuk asosiasi manggrove ,dimana habitatnya terpengaruh  oleh pasang surut air laut.
Tumbuh didaerah berpasir pesisir bagian belakang,



Untuk buah seukuran kelereng dan biji dapat dimakan (mentah atau diasamkan) dan berbagai kegunaan lain ataupun pohon  ditanam sebagai tanaman hias sekaligus untuk memberi keteduhan atau untuk digunakan sebagai pagar tanaman. 
Buahnya terasa asam ,
,manis ,sedikit kelat. 


Biji seukuran buah almond ...ya...
Nah rasakan sensasi unik dan manis asam nya buah Bidara...

Nah ada pantun nih
...
Buah bidara 
Ada ditepi laut
Kalau anak dara 
Abang boleh ikut....
Ha ha ha 
..


Kampung terih wisata edukasi

Desa Wisata Kampung Terih , mengenal kan berbagai jenis mangrove melalui wisata edukasi

Desa wisata kampung terih , Nongsa
Batam lebih mengutamakan konsep wisata edukasi hutan mangrove. Berbagai jenis mangrove yang hanya tumbuh di pesisir itu banyak didapat di objek wisata tersebut.

Komunitas Penjelajah Alam Kepri atau  PARI selaku pengelola  wisata sengaja menjual konsep kepada wisatawan sebagai daya tarik tersendiri. 

Hutan mangrove merupakan komunitas vegetasi pantai tropis   yang mampu tumbuh dan berkembang pada daerah pasang surut.

Bagi komunitas PARI dengan jargon  Rekreasi , Konservasi ,dan  Edukasi adalah konsep yang berbeda dengan wisata kebanyakan di kota Batam , dengan konsep begitu diharapkan  akan  terjadi pola pikir  masyarakat  tentang keberadaan hutan mangrove yang sangat penting bagi penyangga kehidupan manusia.


Berbagai kegiatan secara teori  , praktik dan permainan pun dilakukan di kampung terih, seperti pengenalan berbagai jenis mangrove ,penanaman mangrove ,pendidikan ekologi dan manfaat hutan mangrove , permainan edukasi, camping, keluarga angkat, paintball pun diadakan di kampung terih ini.

Pari Batam pada dasarnya memberikan konsep akan kepeduliannya hutan mangrove. Berbagai jenis tanaman pesisir ada di pantai itu dijaga dan dirawat. Per tiap bulannya lokasi pantai tetap di sisip tanaman mangrove baik mengganti tanaman yang mati atau menanam kembali lokasi yang kosong.


Bagi wisatawan perlu menambah ilmu setidaknya mengenalkan tumbuhan pesisir kepada anak-anak kita karena hutan mangrove jika tidak dilestarikan akan terancam, akibatnya bukan hanya gundul tetapi lebih banyak dampak buruk ke pada manusia, terlebih nelayan dan dampaknya juga kekita .


Selain itu juga tidak kalah berbagai  spot photo yang  menarik, tidak kalah dengan objek wisata lainnya. Berada di dalam hutan mangrove memberikan spot lebih menawan bahwa wisatawan masih menemukan hutan mangrove di sebuah objek wisata .


Nah bagi keluarga yang hendak menikmati makanan seafood juga tersedia dengan harga yang sangat terjangkau lho ya...