Sabtu, 11 Juli 2020

Pongamia Pinnata salah satu asosiasi mangrove yang ada di Pulau Karas

Pongamia Pinnata

                                     Buah unik berbahan oblong agak elips

Beberapa hari yang lalu kami  bersama dengan rekan-rekan Tim Penjelajah Alam Kepulauan Riau (PARI) mengadakan kegiatan di Pulau Karas Batam.

Salah satu agenda yaitu pengamatan beberapa tanaman yang ada di pulau tersebut .
Kami pun melakukan penyisiran di mulai dari pantai berpasir sisi kanan melawan arah jarum jam.

Ada beberapa tumbuhan terutama berbagai jenis mangrove ,Nah di sinilah saya pertama kalinya menemukan pohon yang tidak pernah saya lihat,dan saya pastikan bahwa pohon ini masih asosiasi mangrove, dimana masih tumbuh didaerah pesisir di tepi tebing yang kena pengaruh pasang surut air laut.

Nah pohon ini bernama Pongamia Pinnata atau malapari .
Pohon dengan ketinggian hingga 15 m. pada umumnya tidak memiliki rambut atau urat dan memiliki goresan yang menyerupai bintil berdekatan dengan pinak daun pada pangkal gagang daun.

Daun majemuk ,berseling,berben ber bulat telur hingga elips

Daun tersusun dalam dua deret, dengan 3-7 pinak daun yang terletak secara bersilangan, mengkilat dan warnanya hijau tua. Unit & Letak: majemuk dan bersilangan. Bentuk: bulat telur hingga elips. Ujung: meruncing. Ukuran: 5-22,5 x 2,5-15 cm.


Bentuk bunga:Seperti kacang, warna ungu pucat. Bunga terletak berpasangan di sepanjang tandan bunga yang panjangnya 6-27 cm. Gagang bunga berukuran 7-15 mm ditutupi oleh pinak daun yang halus dan berambut pendek. letaknya bunga di ketiak daun dengan formasi bergerombol secara acak.

Daun mahkotanya berbentuk bulat telur terbalik , panjang 11-18 mm. Kelopak bunga,berbentuk cangkir, panjangnya 4-5 mm, ditutupi oleh rambut yang pendek dan halus serta memiliki gigi tumpul yang sangat pendek.    

Buah berisi biji tunggal

Buah berbentuk polong berkulit tebal dan berparuh, memiliki gagang pendek di atas goresan daun mahkota bunga, padat dan memiliki sebuah biji. Polong tidak membuka ketika masak. Warna buah hijau kecoklatan.
Ukuran: 5-7 x 2-3 cm.

Tumbuh di pantai berpasir yang bukan rawa, dan kadang-kadang di bagian tepi daratan dari mangrove. Perbungaan terjadi sepanjang tahun. Bunga seringkali berubah bentuk menjadi kantung bundar yang bisa dikelirukan dengan buahnya.
Penyebaranya terdapat di seluruh Indonesia.
Tersebar luas di Asia tropis.

Manfaat:
Daun dapat digunakan sebagai makanan ternak.
Akan tetapi biji beracun untuk manusia. Umumnya ditanam di areal pesisir kawasan tropis karena sifatnya yang tahan terhadap salinitas dan udara yang terbuka. 



   


 

Kamis, 09 Juli 2020

pandan laut di pulau Karas Batam

     Mengenal Pohon pandan laut 

          Pandanus tektorus Parkinson

Buah yang unik

Sepintas dilihat seperti buah  nanas kan ? tetapi jika kita jeli akan terlihat perbedaan nya dari tekstur bentuk , ukuran, maupun gradasi warna yang lebih cerah dan menarik .
Nah bisa untuk berfoto nih keren kan ?

Pastinya sobat Teroka Alam semua, sudah tak asing lagi dengan serial animasi SpongeBob SquarePants. Ya, tayangan yang digemari anak-anak hingga orang dewasa ini menceritakan kehidupan bawah laut yang menarik dan lucu.  

Diceritakan, SpongeBob yang merupakan adaptasi dari organisme laut porifera (spons) tinggal di dalam rumah berbentuk nanas bersama siput peliharaannya, Gary.


Namun, pasti banyak yang bertanya-tanya, apakah itu benar nanas? Mengingat nanas bukanlah tumbuhan yang hidup di pesisir pantai. 
Nah ini yang menarik , jadi selama ini mungkin yang  belum tahu bahwa Spongebob tinggal dibangun bentuk nanas dan ternyata tidak itu adalah buah pandan laut.

                      Buah muda berwarna hijau 

Masyarakat melayu pesisir di kepulauan Riau biasa menyebutnya dengan pandan duri  atau juga pandan tikar merupakan tanaman dari kawasan Australia Timur dan Kepulauan Pasifik tumbuh alamiah di sekitar pantai pasifik Polinesia, Mikronesia, Melanisia, dan Australia.

Tanaman ini dapat tumbuh baik dengan intensitas cahaya matahari penuh di tanah gambut, tanah berkapur dan tanah pesisir dengan kadar garam tinggi, serta tahan terhadap hembusan angin kencang.
Nah tumbuhan ini termasuk asosiasi mangrove dengan nama ilmiahnya Pandanus tektorus Parkinson.

Tanaman ini banyak dimanfaatkan sebagai tanaman obat, ujung akar gantungnya di jus untuk mengatasi scrofula (infeksi tuberkulosis kulit leher yang disebabkan oleh mikroba (Mycoacterium tuberculosis), sedangkan jus akar yang dicampur dengan bunga jantan yang sudah ditumbuk dan diberi minyak kelapa dapat digunakan sebagai pencahar. 
                    Nah anda juga bisa buat main bola juga 

Tidak hanya itu, kulit buahnya yang telah dimasak dapat digunakan juga untuk menyembuhkan masalah saluran kemih .sedangkan buahnya bisa digunakan sebagai campuran bumbu untuk masakan ikan atau bakar ikan,nah yang ini penulis sudah mencobanya...


Di Fiji, teh yang terbuat dari daun pandanus diminum sebagai obat diare dan saringan cairan pada akar gantung dapat diminum untuk menyembuhkan asma dan sakit pinggang.Minuman dari cairan akar gantung yang tumbuh di pangakal batang dicampur dengan kulit kayu bagian dalam dapat menyembuhkan serangan jantung.
Pohon tinggi hingga 6 meter dan ada akar tunjang

 Minyak Pandanus dapat berfungsi sebagai antioksidan dan sebagai inhibitor topoisomerase yang menghambat pertumbuhan sel kanker. Bila diaplikasikan pada produk kosmetik, selain sebagai pewarna alami ekstrak pandanus juga mencegah kerusakan kolagen dan kanker kulit karena radikal bebas. 

Ekstrak pandan laut banyak digunakan pada produk-produk Ocean Fresh, diantaranya Collagen Face Mask, Replenishing Night Cream, Nourishing Body Cream, Conditioning Cream Shampoo, dan Lip Moisturizer..

Nah itu dia... jangan lupa lestarikan alam kita ya..
Semoga bermanfaat.

Senin, 29 Juni 2020

Bidara laut (Ximenia Americana)

Mengenal pohon bidara laut (Ximenia Americana)

Hari ini terasa beruntung sekali,tatkala saya kembali datang ke desa wisata kampung Terih Batam .Kebetulan hari ini pohon Bidara laut di lokasi ini tengah berbuah .



Desa wisata Kampung Terih merupakan tempat kami belajar konservasi dan mengembangkan wisata sekaligus tempat mencari inspirasi dan ngopi, yang kami buka 3 tahun silam.

Hampir 3 bulan , setelah covid 19 melanda , hampir semua kegiatan dan aktivitas terhenti total,hanya sekali dua melihat keadaan dan itupun tidak lama.Sempat terlihat sampah laut bersepah,shelter nursery mangrove roboh dan banyak lagi pekerjaan menanti.

Dan hari ini kami melakukan kegiatan untuk persiapan New Normal Tourism yang akan membuka kembali kawasan wisata kampung Terih , sambil menunggu kesiapan protokol .

Semangat terus !

Nah kembali ke pohon Bidara he he ...

Pohon ini tingginya bisa mencapai 10 meter, tetapi biasanya tidak lebih.
Batang pohon ini kecil berdiameter sekitar 10 cm dan jarang lebih.
Dan ada duri tipis lurus serta memiliki panjang hingga 10mm .
Tegakan ini sering bersifat semi-parasit .
Tumbuhan ini bisa dari alam liar, dan juga dibudidayakan di daerah tropis dan subtropis Asia, N dan NE Australia, Afrika dan Amerika.

Dan tegakan ini termasuk asosiasi manggrove ,dimana habitatnya terpengaruh  oleh pasang surut air laut.
Tumbuh didaerah berpasir pesisir bagian belakang,



Untuk buah seukuran kelereng dan biji dapat dimakan (mentah atau diasamkan) dan berbagai kegunaan lain ataupun pohon  ditanam sebagai tanaman hias sekaligus untuk memberi keteduhan atau untuk digunakan sebagai pagar tanaman. 
Buahnya terasa asam ,
,manis ,sedikit kelat. 


Biji seukuran buah almond ...ya...
Nah rasakan sensasi unik dan manis asam nya buah Bidara...

Nah ada pantun nih
...
Buah bidara 
Ada ditepi laut
Kalau anak dara 
Abang boleh ikut....
Ha ha ha 
..


Kampung terih wisata edukasi

Desa Wisata Kampung Terih , mengenal kan berbagai jenis mangrove melalui wisata edukasi

Desa wisata kampung terih , Nongsa
Batam lebih mengutamakan konsep wisata edukasi hutan mangrove. Berbagai jenis mangrove yang hanya tumbuh di pesisir itu banyak didapat di objek wisata tersebut.

Komunitas Penjelajah Alam Kepri atau  PARI selaku pengelola  wisata sengaja menjual konsep kepada wisatawan sebagai daya tarik tersendiri. 

Hutan mangrove merupakan komunitas vegetasi pantai tropis   yang mampu tumbuh dan berkembang pada daerah pasang surut.

Bagi komunitas PARI dengan jargon  Rekreasi , Konservasi ,dan  Edukasi adalah konsep yang berbeda dengan wisata kebanyakan di kota Batam , dengan konsep begitu diharapkan  akan  terjadi pola pikir  masyarakat  tentang keberadaan hutan mangrove yang sangat penting bagi penyangga kehidupan manusia.


Berbagai kegiatan secara teori  , praktik dan permainan pun dilakukan di kampung terih, seperti pengenalan berbagai jenis mangrove ,penanaman mangrove ,pendidikan ekologi dan manfaat hutan mangrove , permainan edukasi, camping, keluarga angkat, paintball pun diadakan di kampung terih ini.

Pari Batam pada dasarnya memberikan konsep akan kepeduliannya hutan mangrove. Berbagai jenis tanaman pesisir ada di pantai itu dijaga dan dirawat. Per tiap bulannya lokasi pantai tetap di sisip tanaman mangrove baik mengganti tanaman yang mati atau menanam kembali lokasi yang kosong.


Bagi wisatawan perlu menambah ilmu setidaknya mengenalkan tumbuhan pesisir kepada anak-anak kita karena hutan mangrove jika tidak dilestarikan akan terancam, akibatnya bukan hanya gundul tetapi lebih banyak dampak buruk ke pada manusia, terlebih nelayan dan dampaknya juga kekita .


Selain itu juga tidak kalah berbagai  spot photo yang  menarik, tidak kalah dengan objek wisata lainnya. Berada di dalam hutan mangrove memberikan spot lebih menawan bahwa wisatawan masih menemukan hutan mangrove di sebuah objek wisata .


Nah bagi keluarga yang hendak menikmati makanan seafood juga tersedia dengan harga yang sangat terjangkau lho ya...



Selasa, 26 Mei 2020

Tristellateia australasiae Tanaman bunga unik di hutan mangrove

Tristellateia australasiae

Familiy :Malpighiaceae 
Tanaman bunga unik di hutan mangrove


Salam Mangrove !

Nah sebelumnya saya belum mengenal tumbuhan ini (Tristellateia australasiae), dan dapat nama ini karena tanya kawan-kawan penggiat mangrove.
Dan untuk nama lokal tanaman ini pun masih belum tahu lagi ( perlu nanya masyarakat setempat di lokasi ).

Saya secara tidak sengaja menemukan tanaman ini tatkala kami mengadakan kegiatan bersama rekan -rekan penjelajah alam kepulauan Riau (Pari Batam) lainnya, yang menurut saya sangat menarik perhatian saya karena berbunga dengan warna kuning cerah ,dan yang menarik tumbuh di kawasan hutan mangrove,nah saya pastikan ini masih asosiasi mangrove,karena lokasinya memang didaerah habitat mangrove yg terdampak pasang surut air laut.

Bagi saya tumbuhan ini asing bagi saya , karena tidak populer dan inilah yang perlu di kaji lagi dan perlu dikembangkan.
Karena saya sendiri mengoleksi aneka jenis mangrove dirumah sebagai bahan kajian pribadi dan rasa ingin tahu ,dan ini yang mendorong saya untuk mengembangkan.

Dan berdasarkan referensi yang ada pohon dengan rentang  penyebaran  geografi dari Asia Tenggara hingga Kaledonia Baru. 

Tumbuhan  ini sebenarnya adalah liana, (yang panjang 3-6m hingga 10m).  Rantingnya adalah puple dengan benjolan (lenticels).  Daun (7-12cm) berwarna hijau segar, disusun berseberangan.  ). artinya berakar kuat di tanah, tetapi batangnya panjang dan berkayu, dan membutuhkan dukungan pohon untuk tumbuh secara vertikal.  

Dan untuk habitat agak lebih berair, di sepanjang sungai, hutan pantai, hutan bakau, dan rawa pasang surut.

Bunga-bunga kuning yang cantik dan cerah yang merupakan ciri khas tanaman ini.
Bunga berbentuk bintang (2-3cm) berwarna kuning terang muncul dalam kelompok (panjang 4-30cm).

Dan yang unik kemampuannya untuk mekar sepanjang tahun, serta tingkat pertumbuhanyacepat.

Buahnya, yang berbentuk bintang, juga bisa dibilang menggemaskan.  Tanaman dapat dibudidayakan baik dengan biji atau stek batang, dan lebih suka sinar matahari penuh dan air sedang.  Seperti banyak yang lainnya, pemangkasan dan deadhead dapat membantu memicu mekar yang lebih banyak.

Sayangnya, tidak satu pun dari bagian-bagiannya yang dapat dimakan manusia, tetapi ia berfungsi sebagai tanaman inang Brown Awl (Badamia exclamationis), dan menyediakan makanan untuk kupu-kupu, 
lebah, dan burung matahari.
Dan selain itu juga tidak ada salahnya kita kembangkan dirumah sebagai tanaman hias dirumah kita, yang jelas akan menbmember sensasi berbeda karena termasuk langka.

Nah  demikianlah sedikit ulasan mengenai tumbuhan ini yang masuk kategori asosiasi mangrove.
Semoga bermanfaat untuk kita semua.

Mari selalu jaga alam ,
karena kita selalu butuh alam.

Salam mangrove.!

Sumber sebagian :
*http://www.wildsingapore.com/wildfacts/plants/coastal/tristellateia/australasiae.htm


Senin, 25 Mei 2020

Ceriops Tagal (Tengar)

Mengenal pohon Tengar atau Ceriops Tagal (Mangrove Mayor)

Mungkin orang awam masih janggal akan sebutan pohon tengar ,akan tetapi kalau disebut mangrove ataupun bakau dipastikan semua orang pasti sudah paham , tetapi belum mengerti bawasan nya bakau sendiri bagian dari mangrove , seperti halnya nya pohon tengar , yang bisa dikatakan sama-sama anggota mangrove utama , bahkan kalah populer dengan bakau.

Nah disinilah saya sedikit berbagi , bercerita dan  mengulas tentang pohon tengar secara sederhana.

Nah tegakan ini saya temukan di kampung tua Setengar kota Batam,nah inilah yang menjadi saya semakin penasaran tentang asal muasal nama kampung ini yg di ilhami sebuah nama pohon mangrove yg alhasil memang kampung ini berada di daerah pesisir terpencil yg akses darat susah minta ampun,dan masyarakat lebih ke trjanportasi laut.

Saya baru pertama kali ini menjumpai tegakan ini , lengkap dengan bunga dan buah nya ,akan tetapi selalu menjumpai buahnya di kampung terih Batam,melalui hanyutan pasang surut,dan dari buah nya atau propagulnya saya tanam , baru saya mengenal jenis daunnya ( modal utama saya untuk lebih mengenal).

Nah rasa penasaran akan tegakan ini semakin lama semakin menjadi ,ada sesuatu yang belum pas kalau tidak menjumpai tegakannya.

Nah usut-usut tentang sebuah nama kampung tua Setengar mendorong untuk bergerak untuk mencari dan bertanya dengan tokoh masyarakat kampung tua Setengar .

Alhamdulillah ,akhirnya menjumpai tegakannya lengkap dengan bunga dan buah ,rasa puas dan tepat waktunya,senang kali rasanya,rasa capek hilang sudah walaupun perjalanan cukup melelahkan melauim medan jalan lumpur,batuan terjal untuk mencapai kampung ini.

Kembali keulasan ya he he...nah secara umumnya pohon ini bisa mencapai tinggi 6 meter (bisa dilihat gambar pertama).
Tegakan ini tumbuh subur dikawasan mangrove bagian dalam, daerah kering, daerah salinitas tinggi.
Warna kulitnya abu-abu hingga coklat,batangnya licin, dasarnya berlapis.



Nah untuk akarnya berjenis banir yang berasal dari bentukan seperti akar tunjang akan tetapi di pangkal batang bagian bawah.

Untuk susunan daunnya tunggal bersilangan , berbentuk telur sungsang dan ujung nya membundar
 
Daun agak tebal dibandingkan dengan mangrove lainnya.
Tipe biji vivipari.


Dan untuk rangkaian bunganya terdiri dari 5-10 bersusun menggantung di ketiak daun.
Mahkotanya 5 putih dan coklat,berkelopak 5 hijau ,
Panjangnya 0,4-0,5 cm ,serta berbunga pada tangkai bunga panjang yang ramping.



Buahnya berukuran 0,8 -1,2 cm yang mencapai panjang 25cm atau lebih, hipokotil berwarna hijau hingga coklat ,leher kontiledon berwarna kuning jikalau sudah masak.
Permukaannya berbintik-bintik kasar dan beralur,berben ber silinder.

Nah demikianlah informasi mengenai Ceriops Tagal atau Tengar.

Mari bersama-sama melestarikan keaneka ragaman hayati.

Salam mangrove.


Senin, 09 Maret 2020

Monyet penghuni mangrove

Monyet Mangrove
Di Desa Wisata Kampung Terih




Di Minggu pagi beberapa hari yang lalu , saya berjalan di pelantar sambil mengecek area pelantar di area hutan mangrove yang ada di Desa Wisata Kampung Terih Batam. 

Terus saya putuskan untuk tetap dilokasi ini toh hari ini juga memang mau mengecek dan memperbaiki beberapa pelantar yang lapuk , dimana ,hal ini harus dilakukan mengingat keselamatan para pengunjung.

Dan disaat saya sedang asyiknya memperbaiki beberapa kayu yang lapuk,saya dikejutkan oleh  beberapa gerombolan monyet sedang berada tidak jauh dari tempat saya .

Dalam hati bergumam ,he he ada kawan yang jadi mandor...
Ya maklum aja toh kawasan mereka,jadi inilah yang membuat saya senang karena hutan mangrove masih bisa menopang kehidupan permonyetan.

Jadi berbagai fauna mangrove, kali ini saya mencoba mengatakan bahwa ternyata (memang) ada banyak mamalia yang hidup dan berasosiasi dengan mangrove. Beberapa mamalia yang ditemukan di hutan mangrove, di berbagai wilayah di dunia ya salah satunya adalah monyet berekor panjang.

Hewan ini, pada umumnya memfungsikan mangrove sebagai tempat mencari makan. Sebagai contoh, berang-berang sering ditemukan sedang memangsa ikan-ikan di perairan mangrove. Selanjutnya, Unta di Arab, senang memakan dedaunan mangrove. Tak hanya itu, Monyet di Senegal jenis Cercopithecus menjadikan kepiting laga (Uca tangeri) dan bunga, buah dan daun muda Rhizophora sebagai makanannya. Lalu, monyet jenis Macaca (lihat fotonya di atas, ya)
yang berhabitat di Asia Tenggara, juga doyan makan kepiting dan kerang mangrove. Di semenanjung Malaysia, kelelawar-buah jenis Macroglossus minimus, juga memangsa madu dan tepung sari Sonneratia.



Dan yang unik adalah tatkala mereka mencari makan jenis kepiting , mereka menggunakan ekornya yang panjang untuk menjadi kan umpan untuk si kepiting,jadi ekornya seolah-olah adalah alat pancing.
Nah begitu kepiting tertarik maka kepiting segera mencepit ekor dengan cepitannya ,simonyet kesakitan dan berteriak dan secara refleks menyabetkan ekornya yg berakibat fatal terhadap kepiting,dan disinilah gerombolan monyet berebut hasil ...
Hal ini sering dijumpai di Kampung Terih Batam ,ini berdasarkan cerita masyarakat setempat.
Ini menarik jika bisa diandalkan moments seperti ini.




Namun demikian, masih menurut Hogarth (1999), bahwa berbagai fauna di atas, tidak lantas hidup menetap di hutan mangrove, melainkan hanyalah bersifat sebagai pendatang, saja. Jenis hewan yang benar-benar hidup dan menetap di mangrove serta berasosiasi dengannya, secara sepenuhnya, adalah sejenis hewan pengerat dari Australia, yang bernama ilmiah Xeromys myoides. Hewan ini memangsa kepiting pada saat surut diantara vegetasi Avicennia dan Rhizophora. Xeromys membangun sarangnya di atas garis pasang tertinggi, pada akar-akar Bruguiera. Sarangnya, berasal dari dedaunan dan lumpur-lumpur mangrove.

Walaupun, tubuhnya ditengarai tahan air, namun hewan pengerat ini tidak pernah ditemukan sedang berenang di perairan mangrove. Untuk itulah, diduga untuk beradaptasi di mangrove, dia seringkali memanjat pohon-pohon mangrove, pada saat air pasang datang. Demikian, informasi mengenai beberapa mamalia yang hidup dan berasosiasi dengan mangrove. Dari artikel ini, bisa disimpulkan bahwa ternyata tidak hanya jenis-jenis kepiting dan ikan saja yang hidup di mangrove.

Bahkan, mamalia yang notabene adalah golongan hewan “tingkat tinggi,” juga bergantung hidupnya dengan keberadaan ekosistem tumbuhan pesisir, ini. Untuk itu, tidak bisa ditawar lagi, kita harus terus bersemangat untuk melestarikan ekosistem mangrove kita, demi menjaga keseimbangan dan keanekaragaman hayati, tak hanya flora mangrove saja, tetapi juga beragam “fauna mangrove,” di atas. Dengan semangat dan usaha untuk terus melakukan berbagai usaha pelestarian mangrove ini, maka Anda juga akan turut membantu kami dalam menyelamatkan habitat monyet ekor panjang, jenis Macaca fascicularis di atas, yang termasuk ke dalam salah satu satwa yang dilindungi oleh CITES 1995. Monyet ini, serta merta terancam punah, akibat dari penebangan mangrove, yang terjadi secara membabi-buta, di mana-mana, terutama di Indonesia. Salam MANGROVER! 

Sumber sebagian dari kesematblog