Selasa, 26 Mei 2020

Tristellateia australasiae Tanaman bunga unik di hutan mangrove

Tristellateia australasiae

Familiy :Malpighiaceae 
Tanaman bunga unik di hutan mangrove


Salam Mangrove !

Nah sebelumnya saya belum mengenal tumbuhan ini (Tristellateia australasiae), dan dapat nama ini karena tanya kawan-kawan penggiat mangrove.
Dan untuk nama lokal tanaman ini pun masih belum tahu lagi ( perlu nanya masyarakat setempat di lokasi ).

Saya secara tidak sengaja menemukan tanaman ini tatkala kami mengadakan kegiatan bersama rekan -rekan penjelajah alam kepulauan Riau (Pari Batam) lainnya, yang menurut saya sangat menarik perhatian saya karena berbunga dengan warna kuning cerah ,dan yang menarik tumbuh di kawasan hutan mangrove,nah saya pastikan ini masih asosiasi mangrove,karena lokasinya memang didaerah habitat mangrove yg terdampak pasang surut air laut.

Bagi saya tumbuhan ini asing bagi saya , karena tidak populer dan inilah yang perlu di kaji lagi dan perlu dikembangkan.
Karena saya sendiri mengoleksi aneka jenis mangrove dirumah sebagai bahan kajian pribadi dan rasa ingin tahu ,dan ini yang mendorong saya untuk mengembangkan.

Dan berdasarkan referensi yang ada pohon dengan rentang  penyebaran  geografi dari Asia Tenggara hingga Kaledonia Baru. 

Tumbuhan  ini sebenarnya adalah liana, (yang panjang 3-6m hingga 10m).  Rantingnya adalah puple dengan benjolan (lenticels).  Daun (7-12cm) berwarna hijau segar, disusun berseberangan.  ). artinya berakar kuat di tanah, tetapi batangnya panjang dan berkayu, dan membutuhkan dukungan pohon untuk tumbuh secara vertikal.  

Dan untuk habitat agak lebih berair, di sepanjang sungai, hutan pantai, hutan bakau, dan rawa pasang surut.

Bunga-bunga kuning yang cantik dan cerah yang merupakan ciri khas tanaman ini.
Bunga berbentuk bintang (2-3cm) berwarna kuning terang muncul dalam kelompok (panjang 4-30cm).

Dan yang unik kemampuannya untuk mekar sepanjang tahun, serta tingkat pertumbuhanyacepat.

Buahnya, yang berbentuk bintang, juga bisa dibilang menggemaskan.  Tanaman dapat dibudidayakan baik dengan biji atau stek batang, dan lebih suka sinar matahari penuh dan air sedang.  Seperti banyak yang lainnya, pemangkasan dan deadhead dapat membantu memicu mekar yang lebih banyak.

Sayangnya, tidak satu pun dari bagian-bagiannya yang dapat dimakan manusia, tetapi ia berfungsi sebagai tanaman inang Brown Awl (Badamia exclamationis), dan menyediakan makanan untuk kupu-kupu, 
lebah, dan burung matahari.
Dan selain itu juga tidak ada salahnya kita kembangkan dirumah sebagai tanaman hias dirumah kita, yang jelas akan menbmember sensasi berbeda karena termasuk langka.

Nah  demikianlah sedikit ulasan mengenai tumbuhan ini yang masuk kategori asosiasi mangrove.
Semoga bermanfaat untuk kita semua.

Mari selalu jaga alam ,
karena kita selalu butuh alam.

Salam mangrove.!

Sumber sebagian :
*http://www.wildsingapore.com/wildfacts/plants/coastal/tristellateia/australasiae.htm


Senin, 25 Mei 2020

Ceriops Tagal (Tengar)

Mengenal pohon Tengar atau Ceriops Tagal (Mangrove Mayor)

Mungkin orang awam masih janggal akan sebutan pohon tengar ,akan tetapi kalau disebut mangrove ataupun bakau dipastikan semua orang pasti sudah paham , tetapi belum mengerti bawasan nya bakau sendiri bagian dari mangrove , seperti halnya nya pohon tengar , yang bisa dikatakan sama-sama anggota mangrove utama , bahkan kalah populer dengan bakau.

Nah disinilah saya sedikit berbagi , bercerita dan  mengulas tentang pohon tengar secara sederhana.

Nah tegakan ini saya temukan di kampung tua Setengar kota Batam,nah inilah yang menjadi saya semakin penasaran tentang asal muasal nama kampung ini yg di ilhami sebuah nama pohon mangrove yg alhasil memang kampung ini berada di daerah pesisir terpencil yg akses darat susah minta ampun,dan masyarakat lebih ke trjanportasi laut.

Saya baru pertama kali ini menjumpai tegakan ini , lengkap dengan bunga dan buah nya ,akan tetapi selalu menjumpai buahnya di kampung terih Batam,melalui hanyutan pasang surut,dan dari buah nya atau propagulnya saya tanam , baru saya mengenal jenis daunnya ( modal utama saya untuk lebih mengenal).

Nah rasa penasaran akan tegakan ini semakin lama semakin menjadi ,ada sesuatu yang belum pas kalau tidak menjumpai tegakannya.

Nah usut-usut tentang sebuah nama kampung tua Setengar mendorong untuk bergerak untuk mencari dan bertanya dengan tokoh masyarakat kampung tua Setengar .

Alhamdulillah ,akhirnya menjumpai tegakannya lengkap dengan bunga dan buah ,rasa puas dan tepat waktunya,senang kali rasanya,rasa capek hilang sudah walaupun perjalanan cukup melelahkan melauim medan jalan lumpur,batuan terjal untuk mencapai kampung ini.

Kembali keulasan ya he he...nah secara umumnya pohon ini bisa mencapai tinggi 6 meter (bisa dilihat gambar pertama).
Tegakan ini tumbuh subur dikawasan mangrove bagian dalam, daerah kering, daerah salinitas tinggi.
Warna kulitnya abu-abu hingga coklat,batangnya licin, dasarnya berlapis.



Nah untuk akarnya berjenis banir yang berasal dari bentukan seperti akar tunjang akan tetapi di pangkal batang bagian bawah.

Untuk susunan daunnya tunggal bersilangan , berbentuk telur sungsang dan ujung nya membundar
 
Daun agak tebal dibandingkan dengan mangrove lainnya.
Tipe biji vivipari.


Dan untuk rangkaian bunganya terdiri dari 5-10 bersusun menggantung di ketiak daun.
Mahkotanya 5 putih dan coklat,berkelopak 5 hijau ,
Panjangnya 0,4-0,5 cm ,serta berbunga pada tangkai bunga panjang yang ramping.



Buahnya berukuran 0,8 -1,2 cm yang mencapai panjang 25cm atau lebih, hipokotil berwarna hijau hingga coklat ,leher kontiledon berwarna kuning jikalau sudah masak.
Permukaannya berbintik-bintik kasar dan beralur,berben ber silinder.

Nah demikianlah informasi mengenai Ceriops Tagal atau Tengar.

Mari bersama-sama melestarikan keaneka ragaman hayati.

Salam mangrove.