Senin, 09 Maret 2020

Monyet penghuni mangrove

Monyet Mangrove
Di Desa Wisata Kampung Terih




Di Minggu pagi beberapa hari yang lalu , saya berjalan di pelantar sambil mengecek area pelantar di area hutan mangrove yang ada di Desa Wisata Kampung Terih Batam. 

Terus saya putuskan untuk tetap dilokasi ini toh hari ini juga memang mau mengecek dan memperbaiki beberapa pelantar yang lapuk , dimana ,hal ini harus dilakukan mengingat keselamatan para pengunjung.

Dan disaat saya sedang asyiknya memperbaiki beberapa kayu yang lapuk,saya dikejutkan oleh  beberapa gerombolan monyet sedang berada tidak jauh dari tempat saya .

Dalam hati bergumam ,he he ada kawan yang jadi mandor...
Ya maklum aja toh kawasan mereka,jadi inilah yang membuat saya senang karena hutan mangrove masih bisa menopang kehidupan permonyetan.

Jadi berbagai fauna mangrove, kali ini saya mencoba mengatakan bahwa ternyata (memang) ada banyak mamalia yang hidup dan berasosiasi dengan mangrove. Beberapa mamalia yang ditemukan di hutan mangrove, di berbagai wilayah di dunia ya salah satunya adalah monyet berekor panjang.

Hewan ini, pada umumnya memfungsikan mangrove sebagai tempat mencari makan. Sebagai contoh, berang-berang sering ditemukan sedang memangsa ikan-ikan di perairan mangrove. Selanjutnya, Unta di Arab, senang memakan dedaunan mangrove. Tak hanya itu, Monyet di Senegal jenis Cercopithecus menjadikan kepiting laga (Uca tangeri) dan bunga, buah dan daun muda Rhizophora sebagai makanannya. Lalu, monyet jenis Macaca (lihat fotonya di atas, ya)
yang berhabitat di Asia Tenggara, juga doyan makan kepiting dan kerang mangrove. Di semenanjung Malaysia, kelelawar-buah jenis Macroglossus minimus, juga memangsa madu dan tepung sari Sonneratia.



Dan yang unik adalah tatkala mereka mencari makan jenis kepiting , mereka menggunakan ekornya yang panjang untuk menjadi kan umpan untuk si kepiting,jadi ekornya seolah-olah adalah alat pancing.
Nah begitu kepiting tertarik maka kepiting segera mencepit ekor dengan cepitannya ,simonyet kesakitan dan berteriak dan secara refleks menyabetkan ekornya yg berakibat fatal terhadap kepiting,dan disinilah gerombolan monyet berebut hasil ...
Hal ini sering dijumpai di Kampung Terih Batam ,ini berdasarkan cerita masyarakat setempat.
Ini menarik jika bisa diandalkan moments seperti ini.




Namun demikian, masih menurut Hogarth (1999), bahwa berbagai fauna di atas, tidak lantas hidup menetap di hutan mangrove, melainkan hanyalah bersifat sebagai pendatang, saja. Jenis hewan yang benar-benar hidup dan menetap di mangrove serta berasosiasi dengannya, secara sepenuhnya, adalah sejenis hewan pengerat dari Australia, yang bernama ilmiah Xeromys myoides. Hewan ini memangsa kepiting pada saat surut diantara vegetasi Avicennia dan Rhizophora. Xeromys membangun sarangnya di atas garis pasang tertinggi, pada akar-akar Bruguiera. Sarangnya, berasal dari dedaunan dan lumpur-lumpur mangrove.

Walaupun, tubuhnya ditengarai tahan air, namun hewan pengerat ini tidak pernah ditemukan sedang berenang di perairan mangrove. Untuk itulah, diduga untuk beradaptasi di mangrove, dia seringkali memanjat pohon-pohon mangrove, pada saat air pasang datang. Demikian, informasi mengenai beberapa mamalia yang hidup dan berasosiasi dengan mangrove. Dari artikel ini, bisa disimpulkan bahwa ternyata tidak hanya jenis-jenis kepiting dan ikan saja yang hidup di mangrove.

Bahkan, mamalia yang notabene adalah golongan hewan “tingkat tinggi,” juga bergantung hidupnya dengan keberadaan ekosistem tumbuhan pesisir, ini. Untuk itu, tidak bisa ditawar lagi, kita harus terus bersemangat untuk melestarikan ekosistem mangrove kita, demi menjaga keseimbangan dan keanekaragaman hayati, tak hanya flora mangrove saja, tetapi juga beragam “fauna mangrove,” di atas. Dengan semangat dan usaha untuk terus melakukan berbagai usaha pelestarian mangrove ini, maka Anda juga akan turut membantu kami dalam menyelamatkan habitat monyet ekor panjang, jenis Macaca fascicularis di atas, yang termasuk ke dalam salah satu satwa yang dilindungi oleh CITES 1995. Monyet ini, serta merta terancam punah, akibat dari penebangan mangrove, yang terjadi secara membabi-buta, di mana-mana, terutama di Indonesia. Salam MANGROVER! 

Sumber sebagian dari kesematblog